Batu Bata Expose

Jika Anda membangun rumah atau bangunan lainnya, Anda lazimnya menggunakan batu bata yang kemudian diplester atau dilapis semen dan kemudian dicat. Membiarkan sebuah rumah nampak menonjol batu batanya akan membuat rumah tersebut mendapat kesan sebagai rumah yang belum selesai. Akan tetapi, tahukah Anda bahwa sekarang justru memajang batu bata di bagian luar bangunan sedang menjadi tren? Tren ini disebut batu bata expose dan mulai populer hingga ke berbagai kota besar.

Mengapa Memakai Batu Bata Expose

Seperti namanya, batu bata expose berarti batu bata yang di’ekspos’ alias ditampakkan di bagian luar bangunan alih-alih ditutupi. Dengan ditampakkan di bagian luar, dinding akan terlihat sangat berseni karena tampilan batu bata memberi kesan klasik sekaligus unik. Selain itu, ada keuntungan lain yaitu Anda jadi bisa berhemat untuk biaya perawatan lapisan cat, plester dan bata itu sendiri. Jadi, dalam jangka panjang, biaya pemeliharaan dinding atau bangunan akan lebih murah.

Batu bata expose sering dipakai untuk memunculkan gaya klasik di sebuah bangunan seperti rumah atau kantor, atau kesan berseni di sebuah galeri dan studio seni. Akan tetapi, sekarang justru banyak orang yang memanfaatkan batu bata expose untuk memunculkan gaya kontemporer, yaitu dengan memadukan dinding batu bata expose dengan bangunan modern seperti rumah modern, kafe atau restoran (menghasilkan gaya ekletik).

Karena tidak semua orang membangun rumahnya dengan menggunakan batu bata expose, Anda akan bisa memiliki keunggulan dari segi keunikan jika membangun rumah, kantor atau tempat usaha dengan menggunakan teknik bata expose.

Yang Harus Diperhatikan

Batu bata yang disusun dengan gaya expose ini tentu lebih mahal, karena ada teknik tertentu yang digunakan untuk menggarap batu bata yang sudah jadi agar tampilannya menjadi lebih rapi dan mulus, tidak seperti bata biasa, sehingga pas untuk dijadikan bangunan bata gaya expose. Akan tetapi, perbedaan harga antar bata biasa dan bata expose per baloknya biasanya hanya beberapa ratus rupiah, sehingga bisa dibilang tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan hasil yang didapat serta penghematan biaya perawatan dinding bata.

Speak Your Mind

*