Beragam Jenis Batu Bata

Sebelum memutuskan untuk membangun rumah, sebaiknya kita mencari informasi sebanyak mungkin tentang bahan bangunan yang akan kita gunakan. Untuk membangun dinding tentu batu bata adalah bahan yang sudah sangat kita kenal, tetapi sesungguhnya batu pengisi dinding itu mempunyai beberapa jenis tergantung dari bahan pembuatnya, yaitu bata merah, bata hebel, atau bata ekspos, dan bata ekspos tempel.

Jenis-jenis batu bata

  • Bata merah
    Batu bata merah adalah jenis pengisi dinding yang paling banyak digunakan baik pada bangunan lama maupun bangunan modern, dan hingga kini masih menjadi pilihan banyak orang walaupun sudah ada penemuan baru untuk mengisi dinding rumah seperti batako atau hebel. Faktor yang menyebabkan material ini masih banyak diminati adalah karena terbukti awet, kuat, murah dan mudah didapatkan. Selain itu kelebihan bata merah adalah membuat ruangan di dalam rumah lebih sejuk, tidak mudah retak, dan tahan api. Tetapi kekurangan material ini adalah berat sehingga membebani struktur penopang, membutuhkan banyak perekat sehingga agak boros, karena bentuknya tidak seragam jadi sulit memasangnya dengan rapi.

Secara umum batu bata digolongkan menjadi 2 jenis yaitu,

  1. bata tanah liat
    Bata tanah liat yang memiliki warna dan tekstur permukaan yang sembarang sering digunakan untuk mengisi dinding yang nantinya masih membutuhkan finishing berupa lapisan plester dan pengecatan. Sementara bata yang digunakan untuk membentuk dinding dan tetap diperlihatkan tekstur dan warnanya sebagai model dinding, disebut dengan bata merah ekspos. Bata merah ekspos memang berbentuk lebih rapi daripada  bata merah dari tanah liat tetapi berharga lebih mahal.
  2. bata campuran pasir dan kapur.
    Batu bata yang terbuat dari campuran pasir dan kapur dalam proses pembuatannya perbandingannya dalah 1:8 dengan cara air ditekankan ke dalam bahan sehingga memungkinkan terbentuk bata yang kokoh. Bata ini sering digunakan pada dinding yang terendam air sehingga harus sangat kuat dan tidak keropos.
  • Bata ringan atau hebel
    Bila batu bata merah banyak dibuat secara tradisional dengan tenaga manusia, maka bata ringan atau hebel dibuat secara pabrikan dengan menggunakan mesin. Tujuan pembuatan hebel adalah agar dapat mengurangi beban struktur bangunan daripada jika menggunakan bata merah. Selain itu bentuk yang rapi dan teratur akan mempercepat pemasangan dan menghemat bahan yang digunakan untuk merekatkan material. Selain itu penggunaan bata ringan juga dapat mengurangi sisa material pada saat pembangunan dinding rumah. Bata hebel dapat membuat pembangunan dinding berjalan lebih cepat dan rapi karena ukuran dan bentuknya yang standart. Sesuai dengan namanya, bata ini lebih ringan daripada bata merah biasa sehingga mengurangi beban penyangga. Sementara kekurangannya adalah harganya lebih mahal dan tidak semua toko bangunan menjual batu bata ringan.

Nah, setelah mengetahui sekilas tentang jenis batu bata di atas, Anda dapat mempunyai gambaran akan menggunakan material apa untuk rumah impian.

Speak Your Mind

*